Dialah Damai Sejahtera Kita yang Mempersatukan
Tema:
Dialah Damai Sejahtera Kita yang Mempersatukan
Nats:
Efesus 2:14
I. Pendahuluan
Tanggal 25 Desember merupakan puncak perayaan Natal umat Kristen di seluruh penjuru bumi.
Natal tahun ini GPdI mengangkat tema: “Dialah Damai Sejahtera Kita yang Mempersatukan.”
Natal adalah berita kesukaan besar tentang kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat, yang datang untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa.
Dalam nubuat Nabi Yesaya 9:5, Sang Juruselamat ini juga disebut sebagai Raja Damai.
Oleh karena itu, Natal sangat identik dengan kedamaian atau damai sejahtera.
II. Konteks Efesus 2:14
Dalam bagian ini, Rasul Paulus hendak menegaskan bahwa Raja Damai yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya telah sungguh-sungguh digenapi di dalam diri Yesus Kristus.
Itulah sebabnya Paulus dengan tegas berkata:
“Dialah damai sejahtera kita.”
Sebagai Damai Sejahtera, Kristus telah:
Merobohkan tembok-tembok penghalang
Menghapus jurang pemisah antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi
Membuat yang jauh menjadi dekat
Menyatukan kembali yang tercerai-berai
Semua ini menghasilkan damai sejahtera yang sejati
(lihat Efesus 2:12–13).
Ketika damai sejahtera itu hadir, maka persatuan akan terjadi.
Dengan kata lain, persatuan adalah buah dari damai sejahtera.
👉 Damai sejahtera Kristus harus hadir terlebih dahulu, barulah persatuan tercipta.
Kita tidak bisa membalik urutannya: tidak mungkin ada persatuan sejati tanpa terlebih dahulu mengalami damai sejahtera.
III. Apa Itu Arti Damai Sejahtera?
Kata “damai” yang dipakai dalam Efesus 2:14 berasal dari bahasa Yunani eirÄ“nÄ“.
Dalam latar belakang Perjanjian Lama, kata yang sepadan dalam bahasa Ibrani adalah shalom.
Kata shalom memiliki makna yang sangat kaya, antara lain:
Membuat sesuatu menjadi utuh
Keselamatan
Keadaan baik, sejahtera, dan penuh pemulihan
(bdk. Kejadian 43:27–28)
Dalam Alkitab, damai sejahtera hadir di tengah kehidupan orang-orang yang percaya kepada Allah (Yesaya 26:3).
Lebih dari itu, Yesus sendiri memberikan damai sejahtera sebagai hadiah kepada mereka yang mengasihi dan menaati-Nya:
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.”
(Yohanes 14:27)
IV. Penutup (Aplikasi)
Hari ini, mungkin engkau sedang mengalami pergumulan:
masalah hidup, konflik, bahkan dinding-dinding pemisah yang menghambat terjadinya persatuan.
Mungkin itu terjadi:
dalam keluargamu
dalam relasi dengan sesama
atau di tengah jemaat
Natal ini, biarlah menjadi kesempatan bagi kita semua untuk kembali datang kepada Kristus, Sang Damai Sejahtera.
Ketika damai sejahtera Kristus hadir dan memerintah dalam hati kita, maka persatuan yang sejati akan dipulihkan.
Dialah Damai Sejahtera kita yang mempersatukan.
